Next
Previous
Tampilkan postingan dengan label Fisika. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Januari 2012

0

Hukum termodinamika III dan mesin Kalor

Posted in
Hukum III termodinamika
Hukum termodinamika terkait dengan temperature nol absolute. Hukum ini menyatakan bahwa pada saat suatu system mencapai temperature nol absolute, semua proses akan berhenti dan entropi system akan mendekati nilai minimum. Hukum ini juga menyatakan bahwa entropi benda berstruktur Kristal sempurna pada temperature nol absolute bernilai nol.

Siklus thermodinamika
Usaha yang dilakukan oleh suatu gas ketika gas tersebut memuai secara isothermal tidak mungkin gas itu memuai terus – menerus untuk melakukan usaha menyerap kalor, sebab proses isothermal itu akan berhenti ketika volum maksimum system telah tercapai. Untuk dapat mengubah kalor menjadi usaha terus – menerus haruslah diupayakan agar gas yang telah melakukan usaha itu dikembalikan ke keadaan awalnya. Proses dari keadaan semula dan kembali lagi ke keadaan semula setelah gas melakukan usaha disebut siklus (daur).
Pada tahun 1824,seorang insinyur berkebangsaan Prancis bernama Sadi Carnot (1796-1832) memperkenalkan metode baru untuk meningkatkan efisiensi mesin berdasarkan siklus usaha yang selanjutnya dikenal sebagai siklus Carnot. Siklus Carnot ini terdiri dari empat proses yaitu dua proses adiabatic dan dua proses isothermal.







Efisiensi nyata (η) dari mesin kalor adalah perbandingan usaha total yang dilakukan oleh mesin selama satu siklus terhadap kalor yang dimasukkan dari sumber bersuhu tinggi di dalam satu siklus. Besarnya kerja yang dapat dilakukan oleh system dibandingkan dengan energy yang diserap, dapat melakukan efisiensi suatu mesin. Efisiensi disefinisikan sebagai :




Persamaan diatas menunjukkan efisiensi mesin secara umum, sedangkan khusus untuk mesin Carnot, persamaannya dapat ditulis menjadi :





Keterangan :
W = usaha yang dilakukan oleh system (joule/J)
Q2 = kalor dilepaskan (joule/J)
Q1 = kalor masuk (joule/J)
T1 = reservoir suhu tinggi (oK)
T2 = reservoir suhu rendah (oK)
η = efisiensi (%)

Kamis, 13 Oktober 2011

0

Resume Gerak Parabola

Posted in



























































































Sumber http://zq-scsix.blogspot.com

Selasa, 11 Oktober 2011

0

Kecepatan konstan

Posted in
Sering kita mendengar istilah kecepatan (velocity), percepatan (acceleration) dan perlambatan (decceleration). Untuk memahami besaran-besaran tersebut kita lihat contoh kasus berikut:


Pebalap sepeda memulai perjalanan dari titik A sebagai titik start. Dari diam, sepeda dikayuh sampai titik B. Di titik B kayuhan dihentikan dan sepeda meluncur dengan sendirinya karena kelembamannya. Mulai di titik C, pebalap sepeda mulai mengerem sepedanya sampai berhenti di titik D.

Dikatakan dari A sampai B, sepeda mengalami Percepatan. Cirinya Kecepatan naik terus menerus sampai maksimu di titik B. Dari titik B ke C sepeda berjalan dengan Kecepatan konstan karena sudah tidak ada lagi gaya luar yang bekerja. Cirinya percepatannya Nol. Dari titik C sampai D, sepeda mengalami perlambatan karena direm. Cirinya Kecepatan menurun terus-menerus sampai menjadi nol di titik D.

Contoh Soal
1.a) dapatkah sebuah benda yang memiliki kecepatan nol sedang mengalami percepatan?
   b) dapakah sebuah benda yang bergerak dengan laju konstan memiliki kecepatan yang berubah-rubah?
   c) dapatkah benda yang bergerak dengan kecepatan konstan memiliki laju yang berubah-rubah...

Jawaban.


1.a)Dpat,ykni prcptan gravitasi.krn stiap bnda d bumi pzt mnglmi prcptan gravitasi
   b)Dpat.krn laju tdk dtntukn dgn arah,sdngkn kcptn dtntukn dgn arah.
       Mksd ny kcepatan ad yg positif ad yg negatif.jd kl arah ny brlwnan dr arah sblum ny,kcptn BERUBAH          k arah negatif.
c)Tdak.krna sprti yg sya blg td laju tdk dpngruhi oleh arah.jd kl kcptn konstan,laju jga konstan.
jelaskan?

sumber ihilmy